Candi Kodok

Nama Lain:

Lokasi: Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan

Keadaan Umum: Candi Kodok terdiri dari sebuah arca berbentuk kodok yang diletakkan pada sebuah bangunan modern berdenah segi empat seluas 3 x 3 m. Bangunan tersebut selalu dalam keadaan terkunci.

Sejarah:              

  • Lokasi awal Candi Kodok berada di bawah pohon beringin berjarak 50 m di sebelah utara dari posisinya saat ini. Setelah pohon beringin ditebang, arca dipindahkan ke lokasinya saat ini, dengan posisi hadap yang berubah dari arah selatan menjadi arah timur. Tahun pemindahan tidak diketahui secara pasti.
  • Arca kodok ini merupakan arca tinulat, sebab arca yang asli telah dibawa ke Solo.

Mitos: Dalam mitologi kuno keberadaan simbol katak/kodok dipercaya sebagai lambang kesuburan.

Corak Keagamaan:

Kegiatan Terkait: Ritual bersifat personal dari pengunjung luar Desa Candirejo

Fasilitas:

Tiket Masuk:

Pengambilan Data: Agustus 2011

Sumber:

  • Warga Desa Candirejo

Galeri Foto:

4 thoughts on “Candi Kodok

  1. Rahayu.
    Maaf, mohon tidak dianggap menggurui saya nimbrung sedikit menambahkan tentang Punden. Punden berasal dari bahasa Sansekerta turun manjadi bahsa Kawi dari Suku kata Pundi=Puja mendapat akhiran an menjadi Pujaan.

    Asal Punden : Adalah Konsep yang dimulai sejak proses penciptaan alam semesta di seluruh Dunia.
    a. Terjadi secara alam ( Swambhulingga) seperti Gunung + Lautan, Batu alam +Telaga, Sumber air, Kayu, dsb.
    b. Buatan Manusia.
    1) Patok kayu /Batu (Linggam) sebagai Pusat (Paku bumi) oleh pembabat alas
    Suku2 didunia di buat Jalan perempatan(Konsep Catur Pata) lalu bekembang
    menjadi Pusat Desa. alun2.
    2) Candi, Arca 2, Meru,Amertatana, Tugu seperti monas,Padmasana dll
    Fungsi Punden sbb :
    a. Memuja Tuhan. Ciri-cirinya : Terdapat lambang Lanang + Istri seperti: Alung+ Lesung, Kayu lanang Istri, Ketinggian+Kolam,Keris/Ular+ Sumur, Menhir (Lingga-Yoni), Candi, Arca Siwa+Parwati kadang2 dlengkapi Ganesa, dsb.
    b. Memuja Roh Leluhur (Nyadran). Dalam Konsep ( Atma sida Dewata) roh yg disucikan akan menjadi dewata. Punden adalah Pintu keluar dari Mayapada untuk masuk alam Surga sampai manunggal dengan Sang Paraninmg dumadi (Gusti). Fungsi a dan b diluar Bali masih kabur belum terpisah. Di Bali setelah DH Nirarta ke Bali memisah Pelinggih untuk memundi leluhur dg utk memnudi Tuhan.
    c. Sebagai tempat Selamatan (Caru,Grebeg,Korban) kepada Bhutakala yg dipimpim oleh Dewi Durga dalam upaya menetralisir alam semesta ini.
    Anugrah memuja atau Bahaya Melalaikan Punden.
    Sesuai dijelaskan dalam Konsep Pemutaran Gunung Mandara bagi pemujanya akan mendapat Anugrah Kejayaan, Kesehatan, Rejeki,Derajat dan sebalinya bila melaikan apalagi para Buta akan merusak dibawah pimpinan Dewi Durga ( Parwati) akan membawa bencana.
    Demikian bahasa sederhana tentang Konsep Ritual di Dunia, bukan hanya di Jawa, Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s